Putra Putri SD Gumulan Ikut memeriahkan Pembukaan PORDA XIV DIY 2017

Bantul, kegiatan PORDA XIV DIY tahun 2017 memang sudah berlangsung beberapa waktu yang lalu, namun kesan yang mendalam dari para putra-putri SD Gumulan masihlah sangat terasa. Pasalnya putra-putri pilihan SD Gumulan memiliki andil sebagai pendukung Tari Kolosal “Kuda Ambeksa Saliring Karsa” pada acara Pembukaan PORDA XIV DIY di Stadion Sultan Agung Bantul pada hari Sabtu, 29 Juli 2017.

Adapun putra-putri SD Gumulan yang terpilih sebagai pendukung Tari Kolosal tersebut adalah Tatang Kurniawan, Rifda Adi Mufid, Andri Cahya Kusuma, Rizki Apriyanto, dan Asri Adel Lyra. Sebagai bentuk penghargaan dalam kiprah dan peran serta pada acara tersebut Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul menerbitkan Piagam Penghargaan dengan nomor 431/999 dan ditandatangani Bapak Sunarto, SH.MM. Piagam tersebut telah diterima oleh SD Gumulan dan diserah terimakan kepada putra-putri yang bersangkutan untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya.



Read More

KEYSA RAIH JUARA 2 MTQ TINGKAT SD SEKECAMATAN PANDAK TAHUN 2017

juara MHQ 2017
Keysa
Keysa panggilan akrab siswa kelas VI SD Gumulan yang memiliki nama lengkap Kanahaya Abraham Keysa putra kedua pasangan Pak Jangkung dan Ibu Sudarsini meraih Juara 2 MHQ putra dalam ajang MTQ tingkat SD seKecamatan Pandak pada hari Selasa, 26 September 2017 yang tertempat di SMP N 2 Pandak. 

MTQ sendiri merupakan kegiatan perlombaan dibidang keagamaan yang diadakan rutin setiap tahunnya. Dari sekian nama yang tertulis dalam daftar peserta lomba, putra-putri siswa SD Gumulan ikut menghiasi medan laga. Benar sekali, salah satu nama yang menghiasi daftar peserta perlombaan adalah Keysa.

Bagaimana dengan putra-putri SD Gumulan yang lainnya ?
Langkah dan perjuangan yang harus ditempuh oleh putra putri SD Gumulan masih sangatlah panjang, dan masih banyak panggung-panggung pentas laga yang menantikan kiprahnya.
Belajar dan terus berusaha untuk menjadi yang lebih baik merupakan salah satu cara untuk menjadikan diri yang unggul dan berprestasi.

Siapa saja putra-putri yang ikut dalam MTQ 2017 ini ?
Berikut inilah daftar nama pejuang akhirat putra-putri SD Gumulan
Peserta Lomba MTQ 2017 SD Gumulan

Yuk simak dokumentasi selama kegiatan MTQ di SMP N 2 Pandak ini

Pembukaan MTQ 2017

Lomba Adzan

Lomba Seni Lukis Islami Putri

Lomba CCA

Lomba Tartil Putri

Lomba MHQ putri

Lomba MHQ Putra

Lomba Tartil Putri


Berkeliling dilokasi lomba setelah selesai tampil



Masih banyak momentum luar luar biasa yang belum sempat terabadikan oleh tim pendamping peserta lomba MTQ 2017 ini, semoga uraian singkat yang sederhana ini bisa memberikan manfaat.
Read More

Kantin Sehat SD Gumulan, Lolos Uji Balai POM DIY

Kantin Sehat
Pandak, Memiliki Kantin Sehat adalah salah satu syarat bagi sekolah untuk meningkatkan prestasi siswa. Pasalnya dengan dengan adanya kantin sehat ini siswa akan lebih terjaga dalam hal mengkonsumsi jajanan. 
Banyak kejadian terjadi diluar sana anak mengalami keracunan makanan karena disebabkan oleh jajan sembarangan, tidak terkontrolnya penjaja jajanan anak di lingkungan sekolah. Atas dasar itulah Kantin Sehat digalakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan serta Balai POM.

Salah satu sekolah yang memiliki Kantin Sehat adalah SD Gumulan, dan telah lolos uji Balai POM DIY. Berikut dokumentasi kunjungan Balai POM pada acara penyuluhan dan sosialisasi jajanan sehat di SD Gumulan pada hari Selasa, 05 September 2017 kemarin.

Mari kita jaga anak didik kita dengan membiasakan mengkonsumsi makanan sehat dan jajan jajanan sehat hanya di kantin sekolah.
Kantin Sehat
Kantin Sehat SD Gumulan

Kantin Sehat
Jajanan Sehat SD Gumulan Lolos Uji Balai POM


Kunjungan Balai POM di SD Gumulan

Kantin Sehat
Suasana Sosialisasi Kantin Sehat


Kantin Sehat
Antusias para siswa ketika penyuluhan jajanan sehat

Kantin Sehat
Suasana Kelas


Kantin Sehat
Keceriaan dalam acara penyuluhan kantin dan jajanan sehat

Kantin Sehat
Sehat itu mahal harganya

Itulah secuil dokumentasi penyuluhan dan sosialisasi Kantin Sehat dan Jajanan Sehat oleh Balai POM.

Read More

Pelaksanaan Idul Qur'an di SD Gumulan

idul Adha 1438
Pelaksanaan Idul Qurban SD Gumulan - Idul Qurban merupakan hari raya umat muslim sebagai bentuk rasa syukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah kepada hamba-hambaNya yang bertaqwa. Rasa syukur yang dibuktikan dengan penyembelihan hewan qurban ini memiliki makna yang teramat dalam bagi umat Muslim di seluruh penjuru dunia. 

Adapun sejarah dilaksanakannya Qurban ini sudah dimulai sejak Nabi Adam AS, kemudian diperintahkan lagi pada Nabi Ibrahim dan Putranya Ismail, dan dikisahkan ulang pada masa Rasulullah SAW. Adapun uraian singkat kisah tentang qurban adalah sebagai berikut ;

"Sejarah qurban itu dibagi menjadi tiga, yaitu : zaman Nabi Adam As; zaman Nabi Ibrahim As; dan pada zaman Nabi Muhammad SAW.

Pertama pada zaman Nabi Adam As.

Qurban dilaksanakan oleh putra-putranya yaitu bernama Qabil dan Habil. Kekayaan yang dimiliki oleh Qabil mewakili kelompok petani, sedang Habil mewakili kelompok peternak. Saat itu sudah mulai ada perintah, siapa yang memiliki harta banyak maka sebagian hartanya dikeluarkan untuk qurban.

Sebagai petani si Qabil mengeluarkan kurbannya dari hasil pertaniannya dan sebagai peternak si Habil mengeluarkan hewan-hewan peliharaanya untuk kurban, untuk siapa semua itu diqurbankan, padahal waktu itu manusia belum banyak. Diterangkan dalam sejarah, harta yang diqurbankan itu disimpan di suatu tempat yaitu di Padang Arafah yang sekarang menjadi napak tilas bagi para jemaah haji.

Buah-buahan  diqurbankan si Qabil yang seorang peternak ,juga hewan ternak  diqurbankan si Habil yang seorang petani, namun kedua orang tersebut mempunyai sifat berbeda. Si Habil mengeluarkan hewan diqurbankan dengan tulus ikhlas. Dipilih hewan yang gemuk dan sehat, dan dia taat terhadap petunjuk ayahnya; Nabi Adam.Berbeda dengan si Qabil, Dia memilih buah-buahan yang jelek-jelek dan sudah afkiran.

Ketika keduanya melaksanakan qurban, ternyata yang habis adalah qurban yang dikeluarkan oleh si Habil sementara buah-buahan yang dikeluarkan si Qabil tetap utuh, tidak berkurang. Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 27 :
“Ceritakan kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan qurban, maka diterima dari salah seorang dari meraka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil), Ia berkata :
“Aku pasti membunuhmu!” Berkata Habil ” Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa”.

Kurban si Habil di terima Allah SWT karena dia mengeluarkan sebagian hartanya yang bagus-bagus dan dikeluarkan dengan tulus dan ikhlas. Sementara si Qabil mengeluarkan sebagian harta yang jelek-jelek dan terpaksa. Oleh karena kurban tidak diterima Allah.
Akhirnya si Qabil menaruh dendam kepada si Habil. Berawal dari perebutan calon istrinya, dimana peraturan waktu itu dengan sistem silang.



Kedua, pada zaman Nabi Ibrahim As.


Dikisahkan dalam Al-Qur’an surat Ash-Shafaat ayat 100-111 yang menceritakan mengenai qurban dan pengorbanan.

Ketika Nabi Ibrahim berusia 100 tahun beliau belum juga dikaruniai putra oleh Allah dan beliau selalu berdoa: Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku seorang anak yang saleh” (Q.S 37:100)

Kemudian dari istrinya yang kedua yakni Siti Hajar yang dinikahinya ketika Nabi Ibrahim mengadakan silaturahmi ke Mesir (setiap kedatangan pembesar diberi hadiah seorang istri yang cantik oleh pembesar Mesir). Dari Siti Hajar lahirlah seorang putra yang kemudian diberi nama Islam, ia lahir di tengah-tengah padang pasir yang disebut -bahkan kemudian dikenal dengan- Mekkah.

Pada saat Nabi Ibrahim diberi petunjuk oleh Allah, agar meninggalkan istrinya Siti Hajar dengan seorang putranya yang dari lahir dan ia disuruh menemui istrinya yang pertamanya yakni Siti Sarah yang berada di Yerussalem kota tempat Masjidil Agsho.
Beliau meninggalkan beberapa potong roti dan sebuah guci besiris air untuk Siti Hajar dan Ismail.

Pada waktu Siti Hajar kehabisan makanan dan air, ia melihat disebelah timur ada air yang ternyata adalah fatamorgana yaitu di Bukit Sofa. Di situ Ismail ditinggalkan dan Siti Hajar naik Kebukit Marwah serta kembali ke Sofa sampai berulang tujuh kali, tapi tidak juga mendapatkan air sampai ia kembali ke Bukit Marwah yang terakhir. Ia merasa khawatir terhadap anaknya barangkali Ismail kehausan dilihat kaki Ismail bergerak-gerak
diatas tanah dan tiba-tiba keluar air dari dalam tanah. Siti Hajar berlari kebawah sambil berteriak kegirangan :”zami-zami?”itulah kemudian menjadi sumur Zam-Zam. Di situlah Siti Hajar dan Nabi Ismail di padang pasir yang kering kerontang yang ditinggalkan oleh Nabi



Ibrahim dan ditempat itulah Allah SWT. Menetapkan sebagai tempat ibadah haji.

Allah SWT, berfirman dalam Quran Surat Al-Hajj : 27 : “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan Haji, niscaya akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai onta kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh”.

Memang sudah disiapkan oleh Allah, disana tidak ada tumbuh-tumbuhan, tidak ada gunung berapi yang menyebabkan ada sumber kehidupan tapi atas kehendak Allah maka jadilah sumur “Zam-zam”.

Nabi Ismail ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim yang berada di Yerusalem sampai Nabi Ismail menjelang remaja. Kemudian di Yerusalem ternyata Siti
Sarah hamil yang melahirkan seorang putra yang diberi nama Iskhak. Nabi Ibrahim diperintahkan lagi oleh Allah untuk kembali ke Mekkah untuk menengok istri dan anaknya yang pertama yaitu Nabi Ismail, yang rupanya sudah mulai besar. Dalam suatu riwayat kira-kira berusia 6-7 tahun. Sejak dilahirkan sampai besar itu Nabi Ismail menjadi kesayangan. Tiba-tiba Allah memberi ujian kepadanya, sebagaimana firman Allah dalam QuranSurat Ash Shaffaat : 102 :

“Maka tatkala sampai (pada usia sanggup atau cukup) berusaha bersama Ibrahim, Ibrahim berkata : Hai anakku aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pemdapatmu ” Ia menjawab: “hai bapakku kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, Insyaallah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.

Asbabun Nujul atau latar belakang sejarahnya ketika nabi Ibrahim bermimpi (ruyal Haq). Dalam impiannya ia mendapat perintah dari Allah supaya menyembelih putranya Nabi Ismail dan sampai di Mina beliau menginap, beliau mimpi yang sama. Demikian juga ketika di Arafah malamnya di Mina, masih bermimpi yang sama juga. Betapa ujian Berat kepada Nabi Ibrahim as. Supaya menyembelih putra kesayangannya. Itulah yang
dijelaskan dalam surat Ash-Shaffaat ayat 102.

Setelah terjadi dialog dengan putranya. Ibrahim mengajak putranya Nabi Ismail, kira-kira antara ratusan meter dari tempat tinggalnya (Minah), baru lebih kurang 70-80 meter berjalan, setan menggoda istrinya Siti Hajar: “Ya Hajar! Apakah benar suamimu yang membawa parang akan menyembelih anakmu Ismail yang sedang tumbuh dan menggemaskan itu?” Akhirnya Siti Hajar, sambil berteriak-teriak: “Ya Ibrahim, ya
Ibrahim mau dikemanakan anakku?” Tapi Nabi Ibrahim tetap melaksanakan perintah Allah SWT, ditempat itulah dimana pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah bagi jemaah haji disuruh melempar batu dengan membaca : Bismillahi Allahu Akbar. Hal tersebut mengandung arti bahwa kita melempar setan atau sifat-sifat setan yang ada di dalam diri kita.

Akhirnya tibalah mereka di Jabal Qurban kira-kira 200 meter dari tempat tinggal Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, sebagaimana di firmankan oleh Allah didalam surat ASH-Shaffaat ayat 103-107: “Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang yang berbuat baik”. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar “.



Dan yang ketiga, dalam Zaman Nabi Muhammad SAW.


Masalah kurban diceritakan kembali yaitu di dalam surat Al-Kautsar ayat 1-3

“Se-sungguhnya Kami telah memberikan kepadanya nikmat yang banyak, Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu,
dan Berqurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus”.

Berbicara tentang kenikmatan, Allah mengingatkan: “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tiadalah dapat kamu mengitungnya” (QS:Ibrahim: 34). Oleh karena itu berkaitan dengan ibadah kurban yang sudah ada sejak Nabi Adam, Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad Saw. Allah berfirman: “Dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah”, Sholat merupakan hubungan vertikal dengan Allah untuk mensyukuri
nikmat Allah. Hubungan antara sesama manusia secara horisontal diwujudkan bahwa setelah shalat Idul Adha yaitu dengan berkurban memotong hewan ternak berupa kambing atau sapi untuk dibagikan kepada fakir miskin.

Kita biasanya serius ketika beribadah langsung dengan Allah tapi kadang-kadang ibadah sesama manusia seringkali kurang serius. Allah SWT mengingatkan dalam surat Al-Ma’un ayat 1-7 :

“Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim.Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya dan enggan (menolong dengan ) barang berguna”.

Qurban ini merupakan masalah ubudiyah yang bersifat sosial yang berhubungan dengan sesama manusia dengan cara mengorbankan sebagian harta.

Maka qurban secara lughatan bahasa dengan berdasarkan pada surat Al-Maidah ayat 27 “Qurban” berarti mendekatkan diri kepada Allah SWT, untuk mendapatkan ridho serta mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT (surat Al-Kaustar) dengan memotong hewan kurban, adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Memotong hewan kurban; unta, sapi, kerbau, dan kambing dengan tujuan taqwa kepada Allah.

Ditegaskan dalam Quran Surat Al-Hajj : 37 : “daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridlaan) Allah tapi ketaqwaan dari pada kamulah yang dapat mencapainya”.

Waktu berkurban dimulai sejak tanggal 10 sampai dengan 13 Dzulhijjah. Masa memotong qurban pada tanggal 10 disebut “Yaumul nahar”yaitu hari untuk menyembelih kurban. Sedangkan tanggal 11, 12, 13 dinamakan “yaumul tasyriq” Di luar waktu tersebut bila kita memotong hewan dinamakan sedekah. Maka kalu niatnya berkurban harus dilakukan pada waktu-waktu tersebut, yakni pada tanggal 10,11,12, dan 13 Dzulhijjah.


Hukumnya berkurban 


Adalah wajib bagi orang yang mampu (kalau dibelikan kambing tidak akan mengurangi kewajiban memberi nafkah kepada keluarga).
Menurut Mazhab di luar Syarii hukumnya sunnah mu’akadah.

Adapun diwajibkan secara mutlak yaitu kurban yang disebut Nadzar yang seseorang yang sudah meniatkan untuk memotong hewan apabila niatnya terkabul.
Dasar kewajiban ibadah kurban juga berdasarkan hadist Nabi Muhammad SAW: “Barang siapa mempunyai kesanggupan dan kemampuan (untuk berqurban) tapi tidak mau berqurban maka janganlah dia mendekati Musholla kami”.

Hadis ini merupakan suatu kritikan yang seolah-olah Nabi Muhammad SAW berkata:
“Kenapa kamu beribadah kepada Allah begitu tekun, tapi kenapa kamu tidak mau berqurban padahal kamu memiliki harta yang berlebihan”. Oleh karena itulah bagi yang mampu hukumnya wajib untuk berqurban yakinlah bahwa apabila kita berqurban tidak akan mengurangi kekayaan kita dan tidak akan membuat kita menjadi miskin.

Adapun binatang yang boleh untuk berqurban adalah unta, sapi, kerbau, dan kambing. Kalau tidak mampu, memang tidak wajib. Diriwayatkan ada seorang sahabat yang miskin yang tidak sanggup membeli seekor kambing, oleh karena itu dibolehkan hanya membeli dagingnya saja untuk berqurban, tapi yang riel berqurban wujudnya memang seekor binatang sebagaimana tersebut diatas.

Daging kurban boleh dibagikan kepada tiga asnap menurut syariat.

Boleh dimakan sekeluarga sendiri paling banyak 1/3 bagian, 1/3 bagian lagi untuk fakir miskin dan 1/3 bagian lagi untuk handai tolan dan kenalan. Boleh juga secara keseluruhan diserahkan kepada panitia dan terserah panitia yang membagikannya. Bila hanya minta pahanya saja bagi berqurban masih diperbolehkan asal bukan qurban nadzar.

Apa hikmah ibadah kurban?

Hikmahnya antara lain menggembirakan fakir-miskin. Sebab tidak semua orang mampu makan dengan daging walau adanya di kota besar, masih banyak kawan kita, saudara kita, tetangga kita yang makan daging sebulan sekali. Sehari-harinya hanya makan alakadarnya. Maka dianjurkan sekali bagi orang yang mampu untuk berqurban dengan niat ikhlas kelak dikemudian hari akan mengantarkan kita menuju surga yaitu binatang yang telah kita kurbankan, yang merupakan wujud amal salehnya.

Dalam hadis yang lain nabi Muhammad SAW bersabda : “Tiap-tiap rambut yang dikurbankan adalah merupakan “Khair”. Ungkapan “Khair” ini mengandung arti keselamatan, kesejahteraan, kebahagiaan, kemurahan Allah dan kalau orang sudah mendapatkan khairat maka berarti dia telah memperoleh segala-galanya dari Allah. Itulah hikmah daripada ibadah qurban.

Wallaahu ‘alam bish-showab"

Sumber : http://doadankajianislami.com/sejarah-qurban/


Penyembelahan hewan qurban di SD Gumulan sendiri dilaksanakan pada hari Sabtu, 02 September 2017 bekerjasama dengan Gugus IV. Mari kita simak beberapa dokumentasi pelaksanaan Qurban di SD Gumulan !

Idul Adha 1439
Proses Penyembelihan Hewan Qurban

Idul Adha 1438 H
Sapi 

Idul Adha 1438 H
Prosesi Potong Daging Qurban

Idul Adha 1438 H
Kesibukan di dapur

Idul Adha 1438 H
Proses masak yang cukup panjang

Idul Adha 1438 H
Proses penyiapan pembagian hewan qurban

Idul Adha 1438 H
Prosesi pembagian hewan qurban

Idul Adha 1438 H
Prosesi pemotongan daging qurban

Idul Adha 1438 H
Prosesi pemotongan daging qurban

Idul Adha 1438 H
Prosesi pemotongan daging qurban

Idul Adha 1438 H
Prosesi pemotongan daging qurban

Idul Adha 1438 H
Kesibukan di dapur

Idul Adha 1438 H
Pebagian daging qurban



Demikianlah sikilas kisah dan dokumentasi penyembelihan hewan qurban di SD Gumulan.
Semoga bermanfaat.




Read More

© Copyright SD Negeri Gumulan